Berguru dengan Nuzul al-Qur'an
Ramadhan bagaikan sebuah lembaga pendidikan, karena ia mengandung banyak pengajaran yang sangat berharga, salah satu diantaranya adalah dengan peristiwa turunnya Alquran (Nuzul al-Qur'an). Peristiwa ini menggambarkan bagaimana membentuk komunikasi timbal balik antara Tuhan dan manusia. Lewat Nuzul al-Quran, Tuhan sebenarnya "ingin" berbicara dengan manusia. Maka sebagai respon atas turunnya Kitab Suci ini, manusia juga harus berbicara dengan Tuhan dengan cara membacanya. Dalam bentuk komunikasi timbal-balik ini, maka posisi Alquran menempati kedudukan penting sebagai media dialog antara Tuhan dan hambaNya.
"Turunnya" Alquran menandakan akan ketinggian dan kehormatan isi kitab suci. Ketinggian dan kesucian ini tidak tinggal dalam kesendiriannya tanpa harus dipahami dan dimengerti oleh manusia, sehingga pesan yang terselip dalam firmanNya benar-benar sampai kepadanya. Oleh karena itu, turunnya Alquran merupakan momen yang sangat penting sebagai gerakan massal untuk meningkatkan kualitas baca dan pemahaman Kitab Suci, sebagaimana pesan banginda rasul: "Hiasilah rumah dengan cara membaca Alquran dan jangan dijadikan layaknya kuburan".
Gerakan membaca dan mempelajari Kitab Suci ini semakin mendapat perhatian terutama sepanjang bulan suci Ramadhan. Karena pada bulan ini, bacaan Alquran dan bentuk-bentuk ibadah lainnya akan mendapat pelipatan pahala yang tak terhingga. Ali ra berkata "saya tidak mengatakan ALIF LAM MIM itu sebagai satu kata, tetapi ALIF, LAM, dan MIM masing-masing terhitung sebanyak tiga kita, dan akan diganjar dengan masing-masing sepuluh pahala. Maka bergurulah dengan Alquran, agar kita mendapat prestasi "taqwa" pada sisiNya. Amiin.
Baca Selengkapnya...